Delivery order (DO) adalah dokumen penting dalam bisnis penjualan barang atau jasa yang digunakan sebagai perintah pengiriman barang kepada pembeli sesuai kesepakatan yang telah dibuat. Artikel ini akan membahas pengertian, manfaat, dan sistem penggunaan delivery order.

Pengertian Delivery Order

Delivery order adalah dokumen yang berfungsi sebagai surat perintah untuk menyerahkan barang kepada pembeli. Dokumen ini dibuat oleh penjual dan berisi rincian detail mengenai barang yang telah dipesan. Delivery order diberikan kepada staff gudang untuk persiapan pengiriman, dan surat jalan akan dibuat berdasarkan delivery order ini untuk dikirimkan oleh kurir.

Informasi yang terdapat dalam delivery order antara lain:

  1. Nomor delivery order atau surat jalan yang harus unik dan tidak boleh ganda.
  2. Nama dan alamat lengkap penjual.
  3. Nama dan alamat lengkap pembeli.
  4. Waktu atau tanggal pengiriman barang.
  5. Rincian barang yang ingin dikirim, seperti jumlah, nama barang, satuan, dll.

Keuntungan Delivery Order

Pembuatan delivery order memiliki beberapa keuntungan penting, antara lain:

  1. Dokumen resmi: Delivery order berfungsi sebagai dokumen resmi yang menunjukkan bahwa penjual telah memproses pesanan barang secara rinci kepada pihak ekspedisi. Dokumen ini memberikan bukti tertulis yang kuat terkait proses pengiriman barang.
  2. Bukti pengiriman: Delivery order menjadi bukti bahwa penjual telah mengirimkan pesanan sesuai kesepakatan. Hal ini memberikan rasa aman dan lega bagi pembeli karena mereka memiliki bukti bahwa barang telah diserahkan kepada kurir.
  3. Pelacakan paket: Delivery order biasanya mencantumkan nomor resi pengiriman yang digunakan untuk mengidentifikasi barang yang dikirim oleh jasa ekspedisi. Pembeli dapat melacak posisi barang melalui nomor resi ini, apakah sedang dalam perjalanan atau masih berada di gudang.
  4. Perjanjian pengiriman: Delivery order mencerminkan perjanjian pengiriman antara penjual dan jasa ekspedisi. Dokumen ini berisi ketentuan-ketentuan yang disepakati oleh kedua belah pihak. Jika terjadi masalah di masa depan, delivery order menjadi acuan untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan.

Sistem Penggunaan Delivery Order

Sistem delivery order dapat bervariasi tergantung pada kebijakan dan prosedur perusahaan. Namun, secara umum, langkah-langkah dalam sistem penggunaan delivery order adalah sebagai berikut:

  1. Pembeli melakukan pemesanan barang kepada penjual melalui berbagai media komunikasi.
  2. Penjual menerima pesanan dan membuat delivery order berdasarkan rincian pesanan yang diterima. Delivery order diberikan kepada staff gudang sebagai perintah untuk menyiapkan barang yang dipesan.
  3. Staff gudang memeriksa ketersediaan barang dan menyiapkannya sesuai dengan delivery order. Jika ada ketidaksesuaian atau perbedaan dengan pesanan, staff gudang harus menginformasikan kepada penjual untuk konfirmasi atau perubahan.
  4. Setelah barang siap, staff gudang membuat surat jalan yang berisi informasi yang sama dengan delivery order. Surat jalan ini akan dibawa oleh kurir sebagai bukti pengiriman barang.
  5. Kurir mengambil barang dari gudang dan mengantarkannya ke alamat tujuan yang tertera dalam delivery order. Kurir harus memastikan barang yang dikirim sesuai dengan delivery order dan surat jalan.
  6. Penerima barang menandatangani surat jalan sebagai bukti penerimaan barang. Kurir mengembalikan surat jalan yang sudah ditandatangani kepada penjual sebagai laporan pengiriman.

Perbedaan antara Delivery Order dan Delivery Note

Meskipun seringkali disamakan, delivery order dan delivery note memiliki perbedaan signifikan. Delivery note adalah dokumen yang dibuat oleh penerima barang untuk memberikan umpan balik atau catatan kepada pengirim barang. Delivery note berfungsi sebagai alat komunikasi antara penerima dan pengirim, serta dapat digunakan untuk evaluasi atau perbaikan kualitas layanan pengiriman.

Beberapa perbedaan antara delivery order dan delivery note adalah:

  1. Pembuat dokumen: Delivery order dibuat oleh pengirim barang, sedangkan delivery note dibuat oleh penerima barang.
  2. Isi dokumen: Delivery order berisi perintah pengiriman barang, sedangkan delivery note berisi umpan balik atau catatan tentang pengiriman barang.
  3. Waktu penerbitan: Delivery order diberikan sebelum pengiriman barang, sedangkan delivery note diberikan setelah pengiriman barang.
  4. Fungsi dokumen: Delivery order digunakan sebagai acuan untuk persiapan dan pengantaran barang, sedangkan delivery note digunakan sebagai alat komunikasi dan evaluasi layanan pengiriman.

Dengan pemahaman mengenai pengertian, manfaat, dan sistem penggunaan delivery order, penting bagi bisnis yang bergerak dalam jasa angkut barang untuk memahami dan menerapkan dokumen ini dengan benar.

Andree Susanto

President Commissioner

Indonesian citizen, 37 years old.

Andree earned a Bachelor of Science in Chemical Engineering from the University of California, Berkeley, USA, in 2010 and then pursued Executive Education at Harvard Business School in 2022.

Current Role:

  • 2025 – present: President Commissioner of the Company
  • 2022 – present: Advisor at Rekosistem Pte Ltd
  • 2020 – present: Advisor at Commodity Dragon Pte Ltd
  • 2019 – present: Investor and President Commissioner at Otoklix International Pte Ltd
  • 2017 – present: Group Founder and CEO at Tiga Beruang Kalifornia Pte. Ltd

Willson Cuaca

Commissioner

Indonesian citizen, 47 years old.

Willson earned a Bachelor’s degree in Informatics Engineering from Bina Nusantara University, Indonesia, in 2000.

Current Role:

  • 2025 – Present: Commissioner of the Company
  • 2024 – Present: President Commissioner of PT Fore Kopi Indonesia Tbk.
  • 2016 – Present: Founder, Director, and Managing Partner of East Ventures Advisory Pte. Ltd.
  • 2009 – Present: Founder and Director of East Ventures Pte. Ltd.

Drs. M. Jusuf Wibisana, SE.Ak., M. Ec.

Independent Commissioner

Indonesian citizen, 66 years old.

Earned his Doctorate/Bachelor of Economics from Gajah Mada University, Yogyakarta in 1983 and his Master of Economics in Accounting and Finance from Macquarie University, Australia, in 1990.

Current Role:

  • 2025 – Present: Independent Commissioner at the Company
  • 2003 – 2025: Partner at PricewaterhouseCoopers (PwC) Indonesia
  • 2018 – 2022: Member of the Audit Board of the Financial Services Authority

Edwin Wibowo

President Director

Indonesian citizen, 36 years old.

Earned a Bachelor of Mechanical Engineering degree from the University of California, Berkeley, USA, in 2011 and a Master of Mechanical Engineering degree from the University of California, Berkeley, USA, in 2012.

Current Role:

  • 2025 – Present: President Director of the Company
  • 2017 – Present: Group Co-founder, CFO of Tiga Beruang Kalifornia Pte. Ltd.

Thomas Wenas

Director

Indonesian citizen, 43 years old.

Earned a Bachelor of Commerce, Management, and Marketing degree from the University of New South Wales, Australia, in 2004.

Current Role:

  • 2025 – Present: Director of the Company

Hendri Swabudi Setiawan

Director

Indonesian citizen, 56 years old.

Earned a Bachelor of Economics degree, majoring in Accounting, from Parahyangan Catholic University, Indonesia in 1992.

Current Role:

  • 2021 – present: Director at the Company