Dalam bisnis perdagangan internasional atau ekspor impor, terdapat beberapa istilah yang harus dipahami, salah satunya adalah Harmonized System Code (HS Code). Istilah ini mengacu pada pengkategorian dan klasifikasi barang dalam perdagangan internasional.

Ada dua sistem kode perdagangan internasional, yaitu Harmonized System Code (HS Code) dan Standard International Trade Classification (SITC). Artikel ini akan fokus menjelaskan apa itu HS Code, fungsinya, dan bagaimana membacanya.

Definisi HS Code

Menurut Indonesia.go.id, HS Code adalah singkatan dari Harmonized System Code, yang merupakan daftar penggolongan barang yang disusun secara sistematis untuk memudahkan pentarifan, transaksi perdagangan, pengangkutan, dan statistik. HS Code telah menggantikan sistem klasifikasi sebelumnya dan digunakan secara luas di seluruh dunia.

HS Code menentukan regulasi yang berlaku untuk barang impor dan ekspor, termasuk dokumen yang harus dipenuhi oleh importir/eksportir serta besarnya bea masuk dan pajak yang harus dibayarkan kepada negara.

Tujuan Penggunaan HS Code, menurut Djpen.kemendag.go.id, adalah:

  1. Memberikan keseragaman dalam penggolongan barang secara sistematis.
  2. Memudahkan pengumpulan data dan analisis statistik perdagangan global.
  3. Menyediakan sistem internasional yang resmi untuk memberikan kode, penjelasan, dan penggolongan barang untuk tujuan perdagangan.

Cara Memeriksa HS Code

Untuk mengetahui HS Code suatu barang, terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan:

1. Mengunjungi laman INSW (Indonesia National Single Window) di http://eservice.insw.go.id/.

2. Mengunjungi portal intrade.kemendag.go.id.

Cara Membaca HS Code

HS Code terdiri dari delapan digit angka yang memiliki arti tertentu. Berikut adalah penjelasan mengenai setiap digit:

  1. Dua digit pertama (01-97) menunjukkan bab atau chapter barang tersebut.
  2. Dua digit kedua (01-99) menunjukkan pos atau heading barang tersebut.
  3. Dua digit ketiga (01-99) menunjukkan subpos atau subheading barang tersebut.
  4. Dua digit keempat (01-99) menunjukkan subsubpos barang tersebut.


Contoh: 0805.10.00

Misalnya, kita mengambil HS Code 0805.10.00:

08 mengacu pada Bab 8: Buah-buahan dan kacang-kacangan; kulit jeruk atau melon.

05 mengacu pada Pos 05: Jeruk.

10 mengacu pada Subpos 10: Jeruk segar atau kering.

00 mengacu pada Subsubpos 00: Tidak ada rincian lebih lanjut.

Berapa digit HS Code?

Di Indonesia, HS Code terdiri dari delapan digit angka. Enam digit pertama mengikuti standar internasional yang ditetapkan oleh World Customs Organization (WCO), sementara dua digit terakhir merupakan pengembangan lebih lanjut oleh ASEAN dalam rangka ASEAN Harmonized Tariff Nomenclature (AHTN). Setiap negara anggota ASEAN sepakat untuk menggunakan sistem klasifikasi barang yang seragam hingga tingkat delapan digit.

Kapan berlakunya HS Code?

HS Code secara berkala diamandemen oleh World Customs Organization (WCO) untuk mencerminkan perubahan dalam pola perdagangan dan situasi dunia yang terkini. Di Indonesia, HS Code yang berlaku saat ini mengacu pada Buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI) 2022 yang mulai diberlakukan sejak 1 April 2022. BTKI 2022 adalah sistem klasifikasi barang yang disusun berdasarkan Harmonized System (HS) dan ASEAN Harmonized Tariff Nomenclature (AHTN).

Apakah HS Code setiap negara berbeda?

HS Code setiap negara tidak selalu sama, karena masing-masing negara dapat mengembangkan kode klasifikasi barang sesuai dengan kepentingan dan kebijakan mereka. Namun, enam digit pertama dari HS Code bersifat internasional dan disepakati oleh 70 negara yang telah meratifikasi Konvensi HS. Di ASEAN, delapan digit pertama dari HS Code juga memiliki standar yang seragam dan telah disepakati oleh negara-negara anggota dalam rangka AHTN.

Andree Susanto

President Commissioner

Indonesian citizen, 37 years old.

Andree earned a Bachelor of Science in Chemical Engineering from the University of California, Berkeley, USA, in 2010 and then pursued Executive Education at Harvard Business School in 2022.

Current Role:

  • 2025 – present: President Commissioner of the Company
  • 2022 – present: Advisor at Rekosistem Pte Ltd
  • 2020 – present: Advisor at Commodity Dragon Pte Ltd
  • 2019 – present: Investor and President Commissioner at Otoklix International Pte Ltd
  • 2017 – present: Group Founder and CEO at Tiga Beruang Kalifornia Pte. Ltd

Willson Cuaca

Commissioner

Indonesian citizen, 47 years old.

Willson earned a Bachelor’s degree in Informatics Engineering from Bina Nusantara University, Indonesia, in 2000.

Current Role:

  • 2025 – Present: Commissioner of the Company
  • 2024 – Present: President Commissioner of PT Fore Kopi Indonesia Tbk.
  • 2016 – Present: Founder, Director, and Managing Partner of East Ventures Advisory Pte. Ltd.
  • 2009 – Present: Founder and Director of East Ventures Pte. Ltd.

Drs. M. Jusuf Wibisana, SE.Ak., M. Ec.

Independent Commissioner

Indonesian citizen, 66 years old.

Earned his Doctorate/Bachelor of Economics from Gajah Mada University, Yogyakarta in 1983 and his Master of Economics in Accounting and Finance from Macquarie University, Australia, in 1990.

Current Role:

  • 2025 – Present: Independent Commissioner at the Company
  • 2003 – 2025: Partner at PricewaterhouseCoopers (PwC) Indonesia
  • 2018 – 2022: Member of the Audit Board of the Financial Services Authority

Edwin Wibowo

President Director

Indonesian citizen, 36 years old.

Earned a Bachelor of Mechanical Engineering degree from the University of California, Berkeley, USA, in 2011 and a Master of Mechanical Engineering degree from the University of California, Berkeley, USA, in 2012.

Current Role:

  • 2025 – Present: President Director of the Company
  • 2017 – Present: Group Co-founder, CFO of Tiga Beruang Kalifornia Pte. Ltd.

Thomas Wenas

Director

Indonesian citizen, 43 years old.

Earned a Bachelor of Commerce, Management, and Marketing degree from the University of New South Wales, Australia, in 2004.

Current Role:

  • 2025 – Present: Director of the Company

Hendri Swabudi Setiawan

Director

Indonesian citizen, 56 years old.

Earned a Bachelor of Economics degree, majoring in Accounting, from Parahyangan Catholic University, Indonesia in 1992.

Current Role:

  • 2021 – present: Director at the Company