
Jakarta, 31 Agustus 2026 — PT BSA Logistics Indonesia Tbk (“WBSA” atau “Perseroan”) merupakan perusahaan logistik terintegrasi yang melayani kebutuhan pengiriman dan rantai pasok pelanggan bisnis (B2B) secara menyeluruh, mulai dari titik awal pengambilan barang hingga pengiriman ke tujuan akhir. Perseroan menjalankan usahanya melalui tiga segmen utama, yaitu Transportasi Darat (Land Transportation), Jasa Pengurusan Transportasi (Freight Forwarding), serta Pergudangan (Warehousing & Storage). Melalui jaringan layanan yang mencakup angkutan darat, pengurusan kargo, pergudangan dan terminal logistik (Inland Logistics Terminal/ILT), aktivitas kepelabuhanan, hingga pelayaran, WBSA mampu menghubungkan pergerakan barang dari lokasi produksi sampai ke pusat distribusi, distributor, dan pedagang grosir.

Kekuatan utama WBSA terletak pada layanan yang terintegrasi dan saling bersinergi, sehingga kebutuhan logistik pelanggan dapat dikelola dalam satu jaringan layanan. Integrasi tersebut didukung oleh teknologi melalui data-driven optimization, automated data capture and report generation, serta Warehouse Management System untuk meningkatkan koordinasi operasional dan visibilitas pergerakan barang. Infrastruktur digital tersebut turut mendukung order consolidation, yaitu penggabungan kebutuhan pengiriman dari berbagai order, pelanggan, atau rute agar dapat dikelola lebih efisien, serta meningkatkan order density, yaitu kepadatan volume order pada rute, wilayah, atau periode operasional tertentu. Semakin tinggi kepadatan order di dalam jaringan, semakin besar ruang bagi WBSA untuk meningkatkan utilisasi kapasitas dan efisiensi operasional.
Model tersebut diperkuat oleh hybrid asset model, yakni kombinasi antara penggunaan aset dan infrastruktur strategis Perseroan dengan kapasitas dari jaringan mitra. Pendekatan ini memberikan fleksibilitas bagi WBSA dalam menyesuaikan kapasitas dengan kebutuhan pelanggan sekaligus mengelola utilisasi aset secara lebih efisien. Perseroan juga memiliki ILT dan hub strategis di sekitar sejumlah pelabuhan utama Indonesia, termasuk fasilitas Belawan yang berada sekitar 2,3 km dari Belawan International Container Terminal, fasilitas Cakung sekitar 16,5 km dari Pelabuhan Tanjung Priok, serta fasilitas Surabaya sekitar 10,6 km dari Lamong Bay Container Terminal. Lokasi-lokasi tersebut mendukung konektivitas darat-laut yang lebih efisien dan mengurangi friksi dalam perpindahan barang antarmoda.
Seluruh Segmen Usaha Mencatat Pertumbuhan Pendapatan
Pada semester pertama 2026, WBSA mencatat pendapatan konsolidasian sebesar Rp1,95 triliun, meningkat 42,6% YoY dibandingkan Rp1,37 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut didukung oleh peningkatan pendapatan pada seluruh segmen usaha Perseroan.

Dari sisi layanan, segmen Land Transportation menyediakan transportasi berbasis truk untuk kebutuhan first-mile dan mid-mile pada rute jarak pendek maupun jarak jauh. Segmen Freight Forwarding menyediakan pengurusan transportasi terintegrasi yang dapat melibatkan dua atau lebih moda transportasi, termasuk customs brokerage (pengurusan dokumen dan proses kepabeanan), stevedoring (kegiatan bongkar muat barang di pelabuhan), serta layanan pendukung logistik lainnya. Sementara itu, segmen Warehousing & Storage mencakup pergudangan, bonded logistics, ILT, serta container handling and maintenance (penanganan dan pemeliharaan kontainer). Ketiga segmen tersebut membentuk rangkaian layanan yang saling terhubung untuk memenuhi kebutuhan logistik pelanggan secara menyeluruh.
Dari sisi layanan, segmen Land Transportation menyediakan transportasi berbasis truk untuk kebutuhan first-mile dan mid-mile pada rute jarak pendek maupun jarak jauh. Segmen Freight Forwarding menyediakan pengurusan transportasi terintegrasi yang dapat melibatkan dua atau lebih moda transportasi, termasuk customs brokerage (pengurusan dokumen dan proses kepabeanan), stevedoring (kegiatan bongkar muat barang di pelabuhan), serta layanan pendukung logistik lainnya. Sementara itu, segmen Warehousing & Storage mencakup pergudangan, bonded logistics, ILT, serta container handling and maintenance (penanganan dan pemeliharaan kontainer). Ketiga segmen tersebut membentuk rangkaian layanan yang saling terhubung untuk memenuhi kebutuhan logistik pelanggan secara menyeluruh.
Ditinjau dari struktur pendapatan, segmen Freight Forwarding mencatat pertumbuhan tertinggi dengan pendapatan sebesar Rp1,17 triliun, meningkat 78,1% YoY dari Rp655,7 miliar pada 1H25 dan menjadi kontributor terbesar terhadap peningkatan pendapatan Perseroan. Pendapatan Land Transportation meningkat 8,8% YoY menjadi Rp648,1 miliar dari Rp595,5 miliar, sementara Warehousing & Storage tumbuh 15,4% YoY menjadi Rp132,8 miliar dari Rp115,1 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan di seluruh segmen memperbesar skala aktivitas dalam jaringan WBSA. Dalam model bisnis Perseroan, pertumbuhan tidak hanya berasal dari penambahan pelanggan baru, tetapi juga dari semakin besarnya kebutuhan logistik pelanggan eksisting yang dapat dilayani melalui beberapa segmen sekaligus. Hal ini membuka peluang cross-selling, yaitu menawarkan layanan logistik tambahan kepada pelanggan yang telah menggunakan salah satu layanan WBSA, serta meningkatkan wallet share, yaitu memperbesar porsi kebutuhan logistik pelanggan yang dapat dilayani oleh Perseroan.
Pertumbuhan Pendapatan Diiringi Penyesuaian Margin
Di tengah pertumbuhan pendapatan yang kuat, profitabilitas WBSA menghadapi tekanan selama 1H26. Laba kotor tercatat sebesar Rp139,7 miliar, dibandingkan Rp176,3 miliar pada 1H25, sementara laba usaha mencapai Rp34,7 miliar. EBITDA tercatat sebesar Rp96,4 miliar, dibandingkan Rp103,1 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, sementara laba bersih Perseroan tercatat sebesar Rp1,0 miliar.

Tekanan profitabilitas antara lain dipengaruhi oleh penurunan aktivitas sektor pertambangan menyusul penyesuaian alokasi produksi melalui Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (“RKAB”) 2026. Kondisi tersebut mengurangi ketersediaan volume angkutan dan meningkatkan intensitas persaingan pada layanan logistik komoditas, sehingga menciptakan lingkungan harga yang lebih kompetitif. Dalam kondisi tersebut, WBSA menjaga tingkat harga yang kompetitif untuk mempertahankan hubungan jangka panjang dengan pelanggan, kontinuitas volume di dalam jaringan, serta posisi Perseroan di pasar.
Perseroan memandang tekanan profitabilitas pada 1H26 lebih mencerminkan kondisi spesifik selama periode penyesuaian RKAB dan lingkungan persaingan yang lebih ketat, sehingga kinerja periode tersebut belum sepenuhnya merepresentasikan potensi profitabilitas dalam kondisi aktivitas logistik yang lebih seimbang. WBSA melihat adanya ruang bagi volume dan margin untuk bergerak ke tingkat yang lebih sehat apabila aktivitas produksi kembali meningkat, meskipun waktu dan besarnya penyesuaian akan tetap mengikuti kebijakan pemerintah serta perkembangan aktivitas pelanggan.
Marine Shipping Lengkapi Ekosistem Logistik B2B WBSA
Sejalan dengan strategi memperluas kapabilitas multimoda, WBSA telah menyelesaikan akuisisi PT Bermuda Inovasi Logistik (“BIL”) pada 2026. Berdasarkan rencana penggunaan dana IPO, Perseroan mengalokasikan Rp215 miliar untuk mengambil alih 99,99% saham BIL. Melalui transaksi tersebut, WBSA memperoleh pengendalian atas PT Beruang Maritim Indonesia (“BMI”), perusahaan operasional yang menjalankan layanan angkutan laut untuk berbagai kebutuhan kargo, termasuk dry bulk (komoditas curah kering), liquid bulk (komoditas curah cair), alat berat, kontainer, dan general cargo (kargo umum).
Integrasi marine shipping melengkapi kapabilitas multimoda WBSA dan memperluas jaringan Perseroan untuk melayani kebutuhan logistik pelanggan lintas darat dan laut. Kapabilitas marine logistics tersebut didukung oleh jaringan lebih dari 300 kapal dan lebih dari 100 pemilik kargo, dengan cakupan operasional di berbagai wilayah Indonesia. Penambahan kapabilitas ini memperluas cakupan geografis dan jenis kargo yang dapat dilayani Perseroan, sekaligus memperkuat kemampuan WBSA untuk menyediakan solusi logistik yang lebih menyeluruh kepada pelanggan.
Integrasi antarmoda juga membuka peluang peningkatan koordinasi jadwal pengiriman, pengurangan waktu transit, serta percepatan truck turnaround, yaitu waktu yang dibutuhkan truk sejak memasuki proses bongkar-muat hingga kembali siap menjalankan perjalanan berikutnya. Semakin singkat truck turnaround, semakin besar potensi jumlah perjalanan yang dapat dilakukan dengan kapasitas yang sama, sehingga mendukung produktivitas operasional WBSA.
Outlook: Mengoptimalkan Skala Jaringan dan Struktur Biaya
Setelah memperluas skala jaringan dan melengkapi kapabilitas multimoda, tahap berikutnya bagi WBSA adalah meningkatkan kualitas pertumbuhan dengan mengoptimalkan ekonomi dari jaringan yang semakin besar. Perseroan akan melanjutkan perluasan cakupan rute dan basis pelanggan, meningkatkan penetrasi pada pelanggan eksisting, mengoptimalkan kapasitas warehouse dan ILT, memperkuat jaringan keagenan dan layanan pelabuhan, serta meningkatkan cross-selling antar segmen. Semakin besarnya volume yang terkonsolidasi juga memberikan WBSA lebih banyak data untuk memahami pola aktivitas berdasarkan sektor industri, wilayah operasional, rute, jenis layanan, hingga karakteristik penggunaan aset, yang selanjutnya dapat digunakan untuk menentukan kombinasi moda, kapasitas, dan struktur biaya yang lebih efisien.
Data tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk mengoptimalkan struktur biaya dan menentukan kombinasi kapasitas yang paling efisien untuk setiap karakteristik aktivitas logistik. Melalui hybrid asset model, WBSA dapat menyesuaikan penggunaan aset sendiri dan kapasitas mitra berdasarkan kebutuhan masing-masing rute dan pelanggan, sekaligus mengevaluasi penggunaan kendaraan konvensional, kendaraan listrik, maupun kombinasi solusi yang paling sesuai dari sisi operasional dan keekonomian. Perseroan juga melanjutkan penggunaan electric truck pada proyek-proyek terpilih, khususnya untuk pelanggan sektor agrikultur, serta mengeksplorasi pemanfaatan energi surya melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (“PLTS”) pada fasilitas logistik.
Pemanfaatan data dan otomasi selanjutnya diarahkan untuk meningkatkan efisiensi biaya dan daya saing Perseroan dalam jangka panjang. Dengan visibilitas yang semakin baik terhadap pola permintaan dan penggunaan kapasitas, WBSA dapat mengalokasikan sumber daya secara lebih tepat berdasarkan karakteristik pelanggan, rute, dan jenis layanan. Dengan basis pendapatan yang semakin besar, kapabilitas multimoda yang semakin lengkap, serta ruang optimalisasi biaya yang masih dapat dikembangkan, Perseroan melihat peluang untuk meningkatkan kualitas pertumbuhan dan profitabilitas secara bertahap, yang pada akhirnya diharapkan mendukung penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Investor Relations: investor.relation@bsa-logistics.com
Corporate Secretary: corpsec@bsa-logistics.co.id
Website: bsa-logistics.co.id
DISCLAIMER
Siaran Pers ini disiapkan oleh PT BSA Logistics Indonesia Tbk (“WBSA”) hanya untuk tujuan informasi umum saja. Siaran ini tidak ditujukan kepada orang atau tujuan tertentu dan tidak merupakan rekomendasi mengenai sekuritas WBSA. Tidak ada jaminan, baik tersurat maupun tersirat, yang diberikan mengenai keakuratan atau kelengkapan informasi yang disediakan. Semua pendapat dan perkiraan yang dinyatakan di sini mencerminkan penilaian kami pada tanggal siaran pers ini dan dapat berubah tanpa pemberitahuan. WBSA menolak tanggung jawab atau kewajiban yang timbul dari ketergantungan pada isi siaran pers ini. Baik WBSA maupun perusahaan afiliasi, karyawan, atau agennya tidak bertanggung jawab atas kesalahan atau kelalaian, baik karena kelalaian atau lainnya, dalam siaran pers ini atau atas ketidakakuratan atau kelalaian yang mungkin terjadi.