Supply Chain Management software adalah perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan mengintegrasikan berbagai aktivitas dalam rantai pasok, mulai dari perencanaan permintaan, pengadaan barang, manajemen persediaan, produksi, pergudangan, transportasi, hingga distribusi.

Tujuan utamanya bukan hanya membuat proses lebih cepat, tetapi menciptakan end-to-end supply chain visibility sehingga perusahaan dapat mengetahui apa yang terjadi di sepanjang rantai pasok dan merespons perubahan dengan lebih cepat.

Secara umum, SCM software mencakup beberapa fungsi utama:

Lantas, apa saja supply chain management software terbaik untuk bisnis dan bagaimana cara memilih yang paling sesuai?

Baca juga: Apa itu Supply Chain Management?

Apa Saja Software SCM Terbaik untuk Bisnis?

Tidak ada satu SCM software yang terbaik untuk semua perusahaan. Pilihan ideal bergantung pada ukuran perusahaan, kompleksitas supply chain, industri, budget, dan kebutuhan integrasi.

Berikut beberapa software yang dapat dipertimbangkan:

1. SAP Supply Chain Management

SAP merupakan solusi enterprise yang mencakup berbagai proses supply chain, mulai dari planning, procurement, inventory, manufacturing, hingga logistics. Solusi ini cocok untuk perusahaan besar dengan proses dan struktur supply chain yang kompleks. 

2. Oracle Supply Chain Management

Oracle SCM merupakan solusi cloud-based yang mengintegrasikan berbagai proses supply chain, termasuk planning, procurement, inventory, manufacturing, dan logistics. 

3. Microsoft Dynamics 365 Supply Chain Management

Microsoft Dynamics 365 SCM membantu perusahaan mengelola inventory, procurement, production planning, order fulfillment, hingga transportation management dalam satu ekosistem. 

4. Blue Yonder

Blue Yonder berfokus pada supply chain planning dan execution, dengan kemampuan seperti demand forecasting, inventory optimization, replenishment, dan supply chain visibility. 

5. Kinaxis

Kinaxis dikenal dengan pendekatan concurrent planning yang menghubungkan berbagai proses perencanaan supply chain secara real-time sehingga perusahaan dapat lebih cepat merespons perubahan demand, supply, dan kapasitas. 

6. Odoo

Odoo merupakan platform ERP modular yang mengintegrasikan supply chain dengan fungsi bisnis lainnya seperti sales, accounting, purchase, inventory, dan manufacturing. 

7. Mobitech-Solusi TMS untuk Operasional Distribusi

Jika kebutuhan perusahaan lebih spesifik pada manajemen transportasi dan distribusi, Mobitech dapat menjadi pilihan yang lebih praktis. Platform ini membantu mengelola order, delivery, invoice, armada, hingga tracking driver dalam satu sistem, dengan integrasi GPS dan driver tracking melalui WhatsApp. Untuk kebutuhan perencanaan distribusi, Mobitech juga menyediakan Order Planning dan Smart Planning AI untuk membantu membuat rute yang lebih efisien.

Bagaimana Memilih SCM Software yang Tepat?

Memilih SCM software sebaiknya dimulai dari masalah bisnis, bukan dari daftar fitur. Gunakan beberapa pertanyaan berikut sebelum menentukan vendor.

1. Apa masalah supply chain terbesar saat ini?

Apakah perusahaan mengalami:

Masalah utama tersebut akan menentukan modul yang paling dibutuhkan.

2. Seberapa kompleks supply chain perusahaan?

Bisnis dengan satu gudang dan beberapa supplier tentu memiliki kebutuhan berbeda dengan perusahaan yang memiliki puluhan gudang, banyak supplier, multi-country operation, dan berbagai moda transportasi.

Semakin kompleks supply chain, semakin penting kemampuan integrasi dan end-to-end visibility.

3. Apakah software dapat terintegrasi?

Pastikan SCM software dapat terhubung dengan sistem yang sudah digunakan perusahaan. Jangan sampai perusahaan memiliki sistem ERP, WMS, TMS, dan SCM yang berjalan sendiri-sendiri tanpa pertukaran data.

4. Apakah sistem dapat berkembang?

Pilih software yang mampu mengikuti pertumbuhan bisnis. Pertimbangkan:

5. Berapa total biaya implementasinya?

Jangan hanya melihat subscription fee. Perhitungkan juga:

Total Cost of Ownership (TCO) = Software + Implementasi + Integrasi + Training + Maintenance + Customization

Software murah belum tentu menghasilkan biaya total yang rendah apabila membutuhkan banyak customization dan integrasi.

Tren SCM Software 2026: Dari Visibility Menuju Intelligent Supply Chain

Perkembangan SCM software kini bergerak dari sekadar visibility menuju intelligent supply chain. Menurut Gartner, perusahaan riset dan advisory global di bidang teknologi dan bisnis, AI, intelligent simulation, dan teknologi yang semakin terhubung menjadi tren penting dalam supply chain pada 2026. Artinya, software tidak lagi hanya menunjukkan apa yang sedang terjadi, tetapi mulai membantu perusahaan memahami mengapa hal itu terjadi dan apa yang mungkin terjadi selanjutnya.

Perubahan ini membuat AI dan predictive analytics semakin strategis. Sistem dapat membantu memprediksi perubahan demand, potensi stockout, keterlambatan pengiriman, hingga risiko disruption. Dengan begitu, perusahaan dapat bergeser dari pola kerja reaktif menjadi proaktif, mengantisipasi masalah sebelum berdampak lebih besar terhadap biaya, inventory, dan service level.

Ke depan, nilai SCM software bukan lagi sekadar pada banyaknya fitur, tetapi pada kemampuannya mengubah data → insight → decision → action. Karena itu, perusahaan sebaiknya memilih teknologi yang tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga membantu mempercepat pengambilan keputusan, mengoptimalkan sumber daya, dan membangun supply chain yang lebih agile dan resilient.

Andree Susanto

President Commissioner

Indonesian citizen, 37 years old.

Andree earned a Bachelor of Science in Chemical Engineering from the University of California, Berkeley, USA, in 2010 and then pursued Executive Education at Harvard Business School in 2022.

Current Role:

  • 2025 – present: President Commissioner of the Company
  • 2022 – present: Advisor at Rekosistem Pte Ltd
  • 2020 – present: Advisor at Commodity Dragon Pte Ltd
  • 2019 – present: Investor and President Commissioner at Otoklix International Pte Ltd
  • 2017 – present: Group Founder and CEO at Tiga Beruang Kalifornia Pte. Ltd

Willson Cuaca

Commissioner

Indonesian citizen, 47 years old.

Willson earned a Bachelor’s degree in Informatics Engineering from Bina Nusantara University, Indonesia, in 2000.

Current Role:

  • 2025 – Present: Commissioner of the Company
  • 2024 – Present: President Commissioner of PT Fore Kopi Indonesia Tbk.
  • 2016 – Present: Founder, Director, and Managing Partner of East Ventures Advisory Pte. Ltd.
  • 2009 – Present: Founder and Director of East Ventures Pte. Ltd.

Drs. M. Jusuf Wibisana, SE.Ak., M. Ec.

Independent Commissioner

Indonesian citizen, 66 years old.

Earned his Doctorate/Bachelor of Economics from Gajah Mada University, Yogyakarta in 1983 and his Master of Economics in Accounting and Finance from Macquarie University, Australia, in 1990.

Current Role:

  • 2025 – Present: Independent Commissioner at the Company
  • 2003 – 2025: Partner at PricewaterhouseCoopers (PwC) Indonesia
  • 2018 – 2022: Member of the Audit Board of the Financial Services Authority

Edwin Wibowo

President Director

Indonesian citizen, 36 years old.

Earned a Bachelor of Mechanical Engineering degree from the University of California, Berkeley, USA, in 2011 and a Master of Mechanical Engineering degree from the University of California, Berkeley, USA, in 2012.

Current Role:

  • 2025 – Present: President Director of the Company
  • 2017 – Present: Group Co-founder, CFO of Tiga Beruang Kalifornia Pte. Ltd.

Thomas Wenas

Director

Indonesian citizen, 43 years old.

Earned a Bachelor of Commerce, Management, and Marketing degree from the University of New South Wales, Australia, in 2004.

Current Role:

  • 2025 – Present: Director of the Company

Hendri Swabudi Setiawan

Director

Indonesian citizen, 56 years old.

Earned a Bachelor of Economics degree, majoring in Accounting, from Parahyangan Catholic University, Indonesia in 1992.

Current Role:

  • 2021 – present: Director at the Company

Hendri Swabudi Setiawan

Direktur

Warga Negara Indonesia, usia 56 tahun.

Beliau memperoleh gelar Sarjana Ekonomi, jurusan Akuntansi dari Universitas Katolik Parahyangan, Indonesia pada tahun 1992.

 Jabatan Terkini:

  • 2021 – saat ini : Direktur di Perseroan

Thomas Wenas

Direktur

Warga Negara Indonesia, usia 43 tahun.

Beliau memperoleh gelar Bachelor of Commerce, Management and Marketing dari University of New South Wales, Australia pada tahun 2004.

Jabatan Terkini:

  • 2025 – saat ini : Direktur di Perseroan 

Edwin Wibowo

Direktur Utama

Warga Negara Indonesia, usia 36 tahun.

Beliau memperoleh gelar Bachelor of Mechanical Engineering dari University of California Berkeley, Amerika Serikat pada tahun 2011 dan meraih gelar Master of Mechanical Engineering dari University of California Berkeley, Amerika Serikat pada tahun 2012.

Jabatan Terkini:

  • 2025 – saat ini : Direktur Utama di Perseroan
  • 2017 – saat ini : Co-founder grup, CFO di Tiga Beruang Kalifornia Pte. Ltd.

Drs. M. Jusuf Wibisana, SE.Ak., M. Ec.

Komisaris Independen

 Warga Negara Indonesia, usia 66 tahun.

Beliau memperoleh gelar Doktorandus/Sarjana Ekonomi dari Universitas Gajah Mada, Yogyakarta pada tahun 1983 dan memperoleh gelar Master of Economics, in Accounting and Finance dari Macquarie University, Australia pada tahun 1990.

Jabatan Terkini:

  • 2025 – saat ini : Komisaris Independen di Perseroan
  • 2003 – 2025 : Partner di PricewaterhouseCoopers (PwC) Indonesia
  • 2018 – 2022 : Anggota Dewan Audit Otoritas Jasa Keuangan

Willson Cuaca

Komisaris

Warga Negara Indonesia, usia 47 tahun.

Beliau memperoleh gelar Sarjana Teknik Informatika dari Universitas Bina Nusantara, Indonesia pada tahun 2000.

Jabatan Terkini:

  • 2025 – saat ini : Komisaris di Perseroan
  • 2024 – saat ini : Komisaris Utama di PT Fore Kopi Indonesia Tbk.
  • 2016 – saat ini : Founder, Direktur dan Managing Partner di East Ventures Advisory Pte. Ltd.
  • 2009 – saat ini : Founder dan Direktur di East Ventures Pte. Ltd

Andree Susanto

Komisaris Utama

Warga Negara Indonesia, usia 37 tahun.

Beliau memperoleh gelar Bachelor of Science in Chemical Engineering dari University of California Berkeley, Amerika Serikat pada tahun 2010 dan kemudian menempuh pendidikan Executive Education di Harvard Business School pada tahun 2022.

Jabatan Terkini:

  • 2025 – sekarang : Komisaris Utama di Perseroan
  • 2022 – sekarang: Advisor di Rekosistem Pte Ltd
  • 2020 – sekarang: Advisor di Commodity Dragon Pte Ltd
  • 2019 – sekarang: Investor and Komisaris Utama di Otoklix International Pte Ltd
  • 2017 – sekarang : Group Founder and CEO di Tiga Beruang Kalifornia Pte. Ltd