Setiap kali kita membuka aplikasi, melakukan transaksi digital, menyimpan file di cloud, atau menggunakan AI, ada infrastruktur besar yang bekerja di balik layar: data center. Fasilitas ini menjadi pusat penyimpanan dan pemrosesan data sekaligus fondasi bagi ekonomi digital. Bahkan, seiring ledakan kebutuhan AI, data center kini berkembang dari sekadar tempat menyimpan server menjadi infrastruktur komputasi berskala besar.

Lantas, apa itu data center, apa saja jenisnya, di mana lokasinya di Indonesia, dan mengapa Indonesia mulai menjadi tujuan mega proyek AI data center? Simak pembahasannya berikut ini untuk memahami perkembangan data center Indonesia dan peluang yang muncul di balik pertumbuhannya.

Pengertian Data Center

Data center atau pusat data adalah fasilitas fisik yang digunakan untuk menyimpan, mengelola, memproses, dan mendistribusikan data serta menjalankan berbagai aplikasi dan layanan digital. Di dalamnya terdapat server, sistem penyimpanan, perangkat jaringan, sistem kelistrikan, pendingin, keamanan, dan infrastruktur pendukung lainnya yang dirancang agar sistem dapat beroperasi secara aman dan terus-menerus.

Sederhananya, jika internet adalah “jalan” yang menghubungkan berbagai layanan digital, maka data center adalah salah satu pusat fasilitas yang membuat layanan tersebut dapat berjalan.

Aktivitas seperti transaksi e-commerce, mobile banking, streaming video, penggunaan cloud, media sosial, hingga aplikasi berbasis artificial intelligence (AI) membutuhkan infrastruktur data center untuk memproses dan menyimpan data.

Apa Fungsi Data Center?

Secara umum, fungsi data center adalah memastikan data dan sistem digital dapat tersimpan, diproses, diakses, dan tetap tersedia ketika dibutuhkan.

Beberapa fungsi utamanya meliputi:

  1. Menyimpan data

Data center menyediakan infrastruktur penyimpanan untuk berbagai jenis data, mulai dari database perusahaan, dokumen, transaksi pelanggan, hingga data aplikasi.

  1. Memproses data

Server di dalam data center menjalankan proses komputasi yang dibutuhkan aplikasi dan layanan digital. Semakin kompleks aplikasinya, semakin besar pula kebutuhan terhadap kapasitas komputasi.

  1. Menjalankan cloud computing

Layanan cloud seperti cloud storage, cloud database, dan cloud application bergantung pada data center sebagai infrastruktur fisiknya.

  1. Menjaga ketersediaan sistem

Data center dirancang dengan sistem redundansi untuk mengurangi risiko downtime. Infrastruktur seperti sumber listrik cadangan, konektivitas berlapis, sistem pendingin, dan sistem keamanan menjadi bagian penting dalam operasionalnya.

  1. Mendukung AI dan machine learning

AI membutuhkan kapasitas komputasi yang sangat besar, terutama untuk proses training dan inference. Karena itu, perkembangan AI ikut mendorong pembangunan AI data center dengan server GPU berkapasitas tinggi, jaringan berkecepatan tinggi, serta sistem pendingin yang lebih advanced.

Jenis-Jenis Data Center

Data center dapat diklasifikasikan berdasarkan kapasitas, fungsi, maupun siapa yang mengoperasikannya. Dari sisi kapasitas, salah satu klasifikasi yang digunakan di industri membaginya menjadi hyperscale, large colocation, small colocation, dan enterprise data center.

  1. Hyperscale Data Center

Hyperscale data center merupakan fasilitas berskala sangat besar yang dirancang untuk menangani kebutuhan komputasi dan penyimpanan dalam jumlah masif.

Biasanya, hyperscale data center digunakan oleh perusahaan teknologi besar, cloud provider, dan perusahaan yang membutuhkan kapasitas komputasi sangat tinggi.

Kebutuhan AI generatif turut mendorong perkembangan hyperscale data center karena training dan inference model AI membutuhkan GPU dalam jumlah besar serta konsumsi daya yang jauh lebih tinggi dibanding workload komputasi konvensional.

  1. Colocation Data Center

Pada colocation data center, perusahaan dapat menempatkan server dan perangkat IT mereka di fasilitas milik operator data center. Operator menyediakan infrastruktur seperti:

Model ini memungkinkan perusahaan mendapatkan infrastruktur data center tanpa harus membangun dan mengoperasikan fasilitas sendiri.

  1. Enterprise Data Center

Enterprise data center dibangun atau digunakan khusus untuk kebutuhan suatu perusahaan atau organisasi. Jenis ini biasanya digunakan oleh perusahaan dengan kebutuhan keamanan, kontrol data, atau sistem IT yang sangat spesifik.

  1. Edge Data Center

Edge data center berlokasi lebih dekat dengan pengguna atau sumber data untuk mengurangi latency. Konsep ini penting untuk aplikasi yang membutuhkan respons cepat, seperti IoT, autonomous systems, gaming, telemedicine, dan aplikasi real-time.

Apa Bedanya Data Center Biasa dengan AI Data Center?

Perkembangan AI membuat kebutuhan data center ikut berubah.

Data center tradisional banyak dirancang untuk workload general-purpose seperti database, aplikasi bisnis, website, dan cloud services. Sementara itu, AI data center dirancang untuk menangani workload komputasi AI yang jauh lebih intensif.

Perbedaannya antara lain:

AI data center juga membutuhkan desain infrastruktur yang berbeda karena kepadatan komputasi GPU menghasilkan panas yang jauh lebih besar. Teknologi seperti direct-to-chip liquid cooling mulai digunakan untuk menangani kebutuhan tersebut. 

Di Mana Saja Lokasi Data Center di Indonesia?

Pertanyaan “data center di Indonesia ada di mana?” semakin relevan karena pembangunan infrastruktur digital berkembang pesat.

Menurut Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital, pada 2025 Indonesia memiliki sekitar 185 data center dengan kapasitas 274 MW, dengan target kapasitas lebih dari 2.000 MW pada 2029. Jakarta, Batam, dan Surabaya disebut sebagai lokasi strategis untuk pengembangan data center.

Beberapa kawasan utama data center di Indonesia antara lain:

  1. Jakarta

Jakarta merupakan salah satu pusat data center terbesar di Indonesia karena dekat dengan pusat bisnis, perusahaan, institusi keuangan, dan pengguna layanan digital.

Data center di Jakarta banyak digunakan untuk kebutuhan enterprise, cloud, colocation, dan edge. Berdasarkan data yang dikutip Katadata pada 2026, Jakarta memiliki sekitar 99 fasilitas data center, menjadikannya wilayah dengan jumlah fasilitas terbesar di Indonesia.

  1. Bekasi dan Cikarang

Wilayah Bekasi–Cikarang menjadi salah satu hub penting untuk pembangunan data center berskala besar. Lokasinya strategis karena dekat dengan Jakarta sekaligus memiliki kawasan industri, lahan, infrastruktur listrik, dan jaringan konektivitas yang mendukung pembangunan fasilitas berskala besar.

Sejumlah hyperscale dan colocation data center telah beroperasi maupun dikembangkan di kawasan ini.

  1. Karawang

Karawang juga berkembang sebagai kawasan penting untuk hyperscale data center. Ketersediaan kawasan industri dan infrastruktur pendukung membuat Karawang menarik untuk pembangunan kampus data center berskala besar. Beberapa fasilitas data center dari pemain global dan lokal tercatat berada di kawasan Karawang.

  1. Batam

Batam memiliki posisi strategis karena lokasinya dekat dengan Singapura dan terhubung dengan jaringan kabel bawah laut internasional. Kawasan ini juga dipandang sebagai salah satu alternatif ekspansi data center di luar Pulau Jawa. Pemerintah bahkan mendorong Batam menjadi salah satu hub data center regional.

  1. Surabaya

Surabaya merupakan salah satu lokasi pengembangan data center di Indonesia, khususnya untuk mendukung kebutuhan digital di Indonesia bagian timur. Pemerintah juga memasukkan Surabaya bersama Jakarta dan Batam sebagai lokasi strategis dalam pengembangan industri data center nasional.

Selain kawasan tersebut, fasilitas data center juga terdapat di sejumlah kota lain seperti Bandung, Bintan, Manado, Serpong, Sentul, dan wilayah lainnya, tergantung kebutuhan konektivitas, pelanggan, listrik, serta strategi ekspansi masing-masing operator.

Indonesia Mulai Masuk Era Mega Proyek AI Data Center

Pertumbuhan AI membuat pembangunan data center di Indonesia memasuki fase baru.

Bukan lagi sekadar membangun fasilitas untuk menyimpan data, tetapi membangun infrastruktur komputasi untuk AI dalam skala ratusan megawatt.

Salah satu perkembangan terbaru datang dari CoreWeave, perusahaan cloud yang berfokus pada AI. Pada 4 Agustus 2026, CoreWeave mengumumkan ekspansi pertamanya ke Asia-Pasifik melalui pembangunan tiga fasilitas data center di Indonesia dengan total 360 MW contracted IT power. Ketiga fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada 2028.

Angka 360 MW menunjukkan bagaimana kebutuhan infrastruktur AI telah meningkat ke skala yang sangat besar.

Langkah ini juga sejalan dengan strategi Indonesia untuk memperkuat compute cluster nasional. Kementerian Komunikasi dan Digital menyebut pembangunan compute cluster sebagai salah satu kunci untuk meningkatkan daya saing Indonesia dalam industri AI.

Dengan kata lain, Indonesia tidak hanya berusaha menjadi pasar pengguna AI, tetapi juga mulai membangun infrastruktur fisik yang dibutuhkan untuk menjalankan AI.

Peran Logistik di Balik Kesuksesan Proyek Data Center

Pembangunan data center bukan hanya membutuhkan teknologi dan infrastruktur digital, tetapi juga logistik yang mampu memastikan seluruh equipment dan material tiba di lokasi dengan tepat waktu, aman, dan sesuai spesifikasi.

Mulai dari server, GPU, rack, kabel, sistem pendingin, transformer, UPS, generator, hingga berbagai material konstruksi, setiap komponen memiliki peran penting dalam memastikan data center dapat dibangun dan beroperasi sesuai jadwal. Karena itu, keterlambatan atau kerusakan pada satu komponen saja dapat berdampak pada keseluruhan timeline proyek.

Di sinilah logistik menjadi bagian penting di balik kesuksesan proyek data center. Bukan sekadar memindahkan barang dari satu lokasi ke lokasi lain, tetapi memastikan seluruh kebutuhan proyek bergerak secara terencana, terkoordinasi, aman, dan memiliki visibilitas end-to-end.

Terlebih untuk equipment bernilai tinggi dan sensitif, proyek data center membutuhkan layanan logistik yang mampu menangani:

Dengan kompleksitas tersebut, integrated logistics menjadi semakin penting. Perencanaan transportasi, warehousing, customs clearance, hingga last-mile delivery perlu terintegrasi agar setiap equipment dapat tiba di lokasi proyek tepat waktu, tepat kondisi, dan tepat kebutuhan.

Pada akhirnya, keberhasilan sebuah proyek data center tidak hanya ditentukan oleh seberapa canggih teknologinya, tetapi juga oleh seberapa baik seluruh supply chain di belakangnya bergerak.

Andree Susanto

President Commissioner

Indonesian citizen, 37 years old.

Andree earned a Bachelor of Science in Chemical Engineering from the University of California, Berkeley, USA, in 2010 and then pursued Executive Education at Harvard Business School in 2022.

Current Role:

  • 2025 – present: President Commissioner of the Company
  • 2022 – present: Advisor at Rekosistem Pte Ltd
  • 2020 – present: Advisor at Commodity Dragon Pte Ltd
  • 2019 – present: Investor and President Commissioner at Otoklix International Pte Ltd
  • 2017 – present: Group Founder and CEO at Tiga Beruang Kalifornia Pte. Ltd

Willson Cuaca

Commissioner

Indonesian citizen, 47 years old.

Willson earned a Bachelor’s degree in Informatics Engineering from Bina Nusantara University, Indonesia, in 2000.

Current Role:

  • 2025 – Present: Commissioner of the Company
  • 2024 – Present: President Commissioner of PT Fore Kopi Indonesia Tbk.
  • 2016 – Present: Founder, Director, and Managing Partner of East Ventures Advisory Pte. Ltd.
  • 2009 – Present: Founder and Director of East Ventures Pte. Ltd.

Drs. M. Jusuf Wibisana, SE.Ak., M. Ec.

Independent Commissioner

Indonesian citizen, 66 years old.

Earned his Doctorate/Bachelor of Economics from Gajah Mada University, Yogyakarta in 1983 and his Master of Economics in Accounting and Finance from Macquarie University, Australia, in 1990.

Current Role:

  • 2025 – Present: Independent Commissioner at the Company
  • 2003 – 2025: Partner at PricewaterhouseCoopers (PwC) Indonesia
  • 2018 – 2022: Member of the Audit Board of the Financial Services Authority

Edwin Wibowo

President Director

Indonesian citizen, 36 years old.

Earned a Bachelor of Mechanical Engineering degree from the University of California, Berkeley, USA, in 2011 and a Master of Mechanical Engineering degree from the University of California, Berkeley, USA, in 2012.

Current Role:

  • 2025 – Present: President Director of the Company
  • 2017 – Present: Group Co-founder, CFO of Tiga Beruang Kalifornia Pte. Ltd.

Thomas Wenas

Director

Indonesian citizen, 43 years old.

Earned a Bachelor of Commerce, Management, and Marketing degree from the University of New South Wales, Australia, in 2004.

Current Role:

  • 2025 – Present: Director of the Company

Hendri Swabudi Setiawan

Director

Indonesian citizen, 56 years old.

Earned a Bachelor of Economics degree, majoring in Accounting, from Parahyangan Catholic University, Indonesia in 1992.

Current Role:

  • 2021 – present: Director at the Company

Hendri Swabudi Setiawan

Direktur

Warga Negara Indonesia, usia 56 tahun.

Beliau memperoleh gelar Sarjana Ekonomi, jurusan Akuntansi dari Universitas Katolik Parahyangan, Indonesia pada tahun 1992.

 Jabatan Terkini:

  • 2021 – saat ini : Direktur di Perseroan

Thomas Wenas

Direktur

Warga Negara Indonesia, usia 43 tahun.

Beliau memperoleh gelar Bachelor of Commerce, Management and Marketing dari University of New South Wales, Australia pada tahun 2004.

Jabatan Terkini:

  • 2025 – saat ini : Direktur di Perseroan 

Edwin Wibowo

Direktur Utama

Warga Negara Indonesia, usia 36 tahun.

Beliau memperoleh gelar Bachelor of Mechanical Engineering dari University of California Berkeley, Amerika Serikat pada tahun 2011 dan meraih gelar Master of Mechanical Engineering dari University of California Berkeley, Amerika Serikat pada tahun 2012.

Jabatan Terkini:

  • 2025 – saat ini : Direktur Utama di Perseroan
  • 2017 – saat ini : Co-founder grup, CFO di Tiga Beruang Kalifornia Pte. Ltd.

Drs. M. Jusuf Wibisana, SE.Ak., M. Ec.

Komisaris Independen

 Warga Negara Indonesia, usia 66 tahun.

Beliau memperoleh gelar Doktorandus/Sarjana Ekonomi dari Universitas Gajah Mada, Yogyakarta pada tahun 1983 dan memperoleh gelar Master of Economics, in Accounting and Finance dari Macquarie University, Australia pada tahun 1990.

Jabatan Terkini:

  • 2025 – saat ini : Komisaris Independen di Perseroan
  • 2003 – 2025 : Partner di PricewaterhouseCoopers (PwC) Indonesia
  • 2018 – 2022 : Anggota Dewan Audit Otoritas Jasa Keuangan

Willson Cuaca

Komisaris

Warga Negara Indonesia, usia 47 tahun.

Beliau memperoleh gelar Sarjana Teknik Informatika dari Universitas Bina Nusantara, Indonesia pada tahun 2000.

Jabatan Terkini:

  • 2025 – saat ini : Komisaris di Perseroan
  • 2024 – saat ini : Komisaris Utama di PT Fore Kopi Indonesia Tbk.
  • 2016 – saat ini : Founder, Direktur dan Managing Partner di East Ventures Advisory Pte. Ltd.
  • 2009 – saat ini : Founder dan Direktur di East Ventures Pte. Ltd

Andree Susanto

Komisaris Utama

Warga Negara Indonesia, usia 37 tahun.

Beliau memperoleh gelar Bachelor of Science in Chemical Engineering dari University of California Berkeley, Amerika Serikat pada tahun 2010 dan kemudian menempuh pendidikan Executive Education di Harvard Business School pada tahun 2022.

Jabatan Terkini:

  • 2025 – sekarang : Komisaris Utama di Perseroan
  • 2022 – sekarang: Advisor di Rekosistem Pte Ltd
  • 2020 – sekarang: Advisor di Commodity Dragon Pte Ltd
  • 2019 – sekarang: Investor and Komisaris Utama di Otoklix International Pte Ltd
  • 2017 – sekarang : Group Founder and CEO di Tiga Beruang Kalifornia Pte. Ltd